Kita tidak harus mengorbankan harga diri agar disukai orang lain

Selasa, 30 November 2010

MUSIK Story Of The Year

HEY temen-temen malam ini saya mau mereview babnd yang uda ckup tekenal pada tahun 2003-2007 yaitu story of the year tapi sayangnya saat ini mereka tak terdengar lagi gaungnya
Marsala (lead vocal), Ryan Philips (gitar), Philip Sneed (gitar), Adam Russel (bass), dan Josh Wills hanya mendapat panggung kecil pada Van Warped Tour, Juli 2002 di Peoria Sports Complex, Phoenix Arizona. Maklum saja, belum banyak orang yang kenal dengan band yang satu ini.
Tapi dua tahun berselang pada panggung yang sama, tepatnya Juli 2004 mereka tak lagi dianggap remeh. Bahkan panggung utama rela disediakan panitia. Aksi mereka yang gila bak cacing kepanasan membuat penonton merangsek dan berdesak-desakan kedepan panggung menikmati konser. Dan Marsala, sang vokalis pun pintar memanfaatkan situasi. Ia tak hanya pintar menjadi komandan kawan-kawannya, penonton pun dibuat puas dengan aksi panggung mereka yang benar-benar “hidup”.
Ya, mereka adalah lima pemuda asal St. Louis, Arizona yang tergabung dalam sebuah band Story Of The Year. Band yang terbentuk pada tahun 1996 ini awalnya bernama Big Blue Monkey. Namun, karena sudah ada terlebih dahulu band beraliran blues yang memakai nama Blue Monkey, akhirnya nama tersebut diganti menjadi Story Of The Year.
Sebagai salah satu band penganut aliran emo, Story of The Year tak luput dari lirik-lirik yang suram, sedih, penuh kemarahan namun memiliki makna yang dalam. Kesedihan, rasa sakit, dan kemarahan inilah yang lalu dilampiaskan mereka saat beraksi dipanggung. Hasilnya, aksi yang “gila”. Lihat saja bagaimana mereka meloncat-loncat di panggung, berteriak-teriak, atau bahkan meloncat ke arah penonton dan melakukan moshing.
Awalnya Story Of The Year mencoba merekam demo lagu mereka sendiri. Hasilnya, tiga album demo (EP) mampu mereka ciptakan. Namun sayang, saat mereka akan mencoba membuat album format penuh pertama, gitaris mereka sebelumnya, Greg Haupt memutuskan untuk keluar dari band. Akhirnya formasi sekaranglah yang terus dipertahankan oleh mereka.
Berkat perjuangan dan pengorbanan mereka, akhirnya album pertama “Page Avenue” berhasil mereka rilis pada September 2003. Berkat single pertama “Until The Day I Die” mereka mampu memuncaki tangga lagu pada radio KROQ sepanjang Juli hingga Agustus 2003 dan album ini terjual jutaan keping di seluruh dunia.
Lalu berlanjut dengan single kedua “Anthem Of Our Dying Day” yang video klipnya dibuat oleh Mr. Hahn, personil Linkin Park. Bahkan single ketiga mereka “And The Hero Will Drown” dipercaya mengisi soundtrack game “Need for Speed : Underground 6” dalam berbagai format.
Kesuksesan inilah yang membuat Linkin Park mengajak mereka turut serta dalam Meteora World Tour 2004 bersama Hoobastank dan POD. Bahkan pada tahun yang sama Story Of The Year juga tampil di panggung Vans Warped Tour, Wake Up Screaming dan KROQ’s Wennie Roast.

Aksi Brutal

Namun kesuksesan ini sempat tercoreng akibat kasus perkelahian yang melibatkan personil Story Of The Year dengan beberapa roadies atau kru Godsmack, sebuah band beraliran nu-metal dan modern rock. Menurut laporan yang disiarkan MTV News pada Mei 2004 perkelahian tersebut, seperti yang dituturkan sang gitaris, Ryan Philips, bermula akibat personil Godsmack yang kecewa dengan aksi panggung Story Of The Years. Kasus ini pun langsung ditangani Noblesville Police Department. Untung saja tidak ada yang ditahan akibat perkelahian tersebut. Perkelahian ini bahkan dianggap angin lalu saja oleh para personil Story Of The Years. Dengan entengnya mereka mengatakan, “Mungkin Godsmack salah paham, sebenarnya kita hanya ingin mengajak mereka membeli es krim bersama saja”.
Kegilaan mereka ternyata bukan hanya dipanggung saja, saat di dalam studio pun mereka selalu bertingkah “diluar kewajaran”. Ini terbukti saat mereka mulai mengerjakan album kedua setelah beristirahat dari tur panjang selama tahun 2004. Sebagian besar persiapan album tersebut dilakukan di rumah sang gitaris, Ryan Phillips yang juga menjadi studio latihan. Untuk album kedua mereka bekerjasama dengan Steve Evetts yang juga pernah menggarap album milik Hatebreed dan Snapcase.
Saat itu pengerjaan album sudah memasuki tahap tracking sessions untuk drum. Pada sesi terakhir, seluruh personil termasuk Steve Evetts masuk kedalam studio dan “menyanyi” bersama. “Saat itu sungguh luarbiasa, kami beraksi seperti sedang konser. Kami semua meloncat-loncat dan berteriak-teriak sangat keras” kata Dan Marsala sang vokalis.
Aksi gila ini baru berakhir saat sesi drum telah lengkap dan diakhiri dengan kejadian yang membuat semua yang ada di studio kaget dan berteriak histeris. Pada take terakhir untuk lagu penutup, Josh Wills sang drummer tiba-tiba menusuk drum miliknya dengan stickdrum, kemudian membanting seluruh set drum tersebut. “Kami sedang on fire saat itu” kata Adam Russels sang bassist.

Beberapa minggu setelah kejadian tersebut, akhirnya Story Of The Year meluncurkan album kedua mereka “In The Wake Of Determination” pada 11 Oktober 2005. Dengan mengandalkan single pertama “We Don’t Care Anymore” album itu hanya terjual 150 ribu keeping sampai 5 Maret 2006 sehingga gagal mendapatkan penghargaan emas dari situs RIAA. Namun mereka mampu memperoleh penghargaan emas dari RIAA berkat CD/DVD Live in Lou/Bassasins yang terjual lebih dari 50 ribu keping. Dan pada Mei 2006 Story Of The Year sukses menggelar tur keliling Australia dengan dukungan band Emery dan Flogging Molly. Dengan album keduanya, Story Of The Year mendedikasikan kesuksesan yang diraih mereka pada beberapa tahun sebelumnya. Perjuangan dan kerja keras mereka menaklukan dunia musik tertuang dalam lagu “Five Against The Words”. “Kami akan selalu ingat apa yang telah kami lakukan selama ini. Kita sangat senang kemana pun kita pergi. Kita tak pernah mengira akan jadi seperti ini sebelumnya. Ini sungguh pengalaman yang luar biasa” kata Dan Marsala sang vokalis. Salah satu lagu yang paling keras pada album kedua ini adalah “Jarhead”. Tempo yang cepat dan sentuhan nuansa hardcore memenuhi lagu ini sehingga seolah-olah lagu ini memang diciptakan untuk membuat keributan. Di tahun 2007 ini, Story Of The Year kembali masuk studio untuk menggarap album ketiga mereka. Diperkirakan album tersebut selesai dan dirilis pada musim panas pertengahan tahun ini. Belum ada kepastian siapa produser yang akan bekerjasama dalam penggarapan album tersebut. Namun saat ini mereka sedang mempersiapkan beberapa materi termasuk untuk DVD seperti sebelumnya. Kita tunggu saja karya yang dihasilkan dari band yang menjadi referensi musik remaja sekarang ini. Di Indonesia, gaung Story Of The Year sudah menyebar sejak album pertama mereka. Maka tak heran jika musik bahkan penampilan mereka baik di panggung maupun diluar panggung sudah menjadi inspirasi band-band anak muda saat ini. Ya, Story Of The Year memang bukan story (cerita) kemarin sore. Bahkan bisa dikatakan mereka bukan hanya story of the year (cerita tahun ini) tapi merupakan story of a lifetime (cerita abadi selamanya).

Sumber : Ladino

RPP PJKR

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Mata kuliah : Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan
Semester : III
Alokasi Waktu : 1x120 menit

A. Kompetensi Dasar
Mempraktikkan keterampilan berbagai gaya renang untuk kepentingan bermain di air dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai disiplin, sportif, jujur, toleransi kerja keras dan keberanian.
Mempratikkan teknik dasar renang gaya punggung dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya :
- Mempratikkan teknik dasar gerakan kaki renang gaya punggung serta nilai disiplin, keberanian dan kebersihan
- Mempratikkan teknik dasar gerakan lengan, renang gaya punggung serta nilai disiplin, keberanian dan kebersihan
- Mempratikkan teknik dasar pernafasan renang gaya punggung serta nilai disiplin, keberanian dan kebersihan


B. Indikator
- Melakukan perlombaan renang gaya dada dengan jarak 25 meter
- Melakukan perlombaan renang gaya dolpin dengan jarak 25 meter
- Melakukan teknik dasar gerakan kaki renang gaya punggung
- Melakukan teknik dasar gerakan dengan gaya punggung
- Melakukan teknik dasar pernafasan renang gaya punggung

C. Materi Pokok
Renang gaya dada dan gaya dolpin
D. Skenario Pembelajaran
No Kegiatan Alokasi Waktu Metode
1. Pendahuluan
Peserta didik dibariskan menjadi 4 saf, berdo’a bersama diadakan presensi penjelasan materi secara singkat dilanjutkan pemanasan (warming up) 10 menit Ceramah
Demonstrasi
Tugas
2. Inti
- Peserta didik dibariskan menjadi 5 banjar ke belakang
- Banjar pertama bersiap untuk berlomba menempuh jarak 25 meter
- Diteruskan banjar berikutnya sampai selesai, setelah gaya dada selesai diteruskan gaya dolpin.
- Setelah gaya bebas selesai dilakukan oleh semua peserta didik diteruskan dengan variasi lomba yaitu lomba gaya ganti (gaya dada dan gaya bebas) 60 menit Ceramah
Demonstrasi
Tugas
3. Penutup
- Peserta didik dibariskan, diadakan koreksi terhadap kegiatan yang baru dipraktekkan.
- Informasi-informasi 20 menit Ceramah
Diskusi
E. Media/ Alat
Buku : Pendidikan Jasmani Teori dan Praktek
Alat : kolam renang, pelampung
F. Evaluasi
Penilaian dilakukan pada saat kegiatan dilakukan dengan pengamatan langsung.
Semarang,,………………2009
Dosen Pengampu



________________________
.NIP.

Sabtu, 27 November 2010

MUSIK

The Temper Trap
Selamat malam semua temen2 pada posting kali ini saya akan mereview band asal australi yang uda menggelar konser pada 10-13 Nov kemarin, mungkin belum akrab di telinga temen2, saya mereviewnya karena ada personelnya berasal dari INDONESIA coba lihat ni bionya…
Biografi
The Temper Trap adalah band indie rock yang dibentuk pada tahun 2005 di Melbourne, Australia. Band ini terdiri dari Dougy Mandagi (vokal, gitar), Lorenzo Sillitto (gitar, keyboard), Jonathon Aherne (bass) dan Toby Dundas (drum).

Kisah Temper Trap, AOS dimulai dengan Dougy. Lahir di Indonesia dan direndam dalam keluarga artistik dan musik, dengan beberapa pengaruh kaya dari bernyanyi di paduan suara gereja bersama bibi dan paman dan mendengarkan ayahnya, seorang penggemar musik country, bermain gitar. Pengaruh ini berkembang di sekitar Dougy, saat ia bergerak konsisten dari pulau-pulau lain di Indonesia ke Hawaii dan kemudian akhirnya ke Australia. Setelah pindah ke Australia, Dougy mulai bekerja sebagai laci potret dari $ 25 pop, dia juga bernyanyi untuk perubahan longgar di pusat kota Melbourne.
( Nih vokalisnya WASLIE INDONESIA)

Dougy akhirnya akhirnya bekerja di toko eceran yang sama seperti Toby. Dougy berpikir untuk memulai band selama bertahun-tahun dan setelah beberapa bulan jam kerja membosankan dan mencari tahu Toby sang drummer dan seorang kamus musik berjalan, praktek band pertama dimulai, minus pemain bass. Dalam salah satu kebetulan bahwa band ini telah datang untuk mengandalkan, Jonny bekerja beberapa toko turun dan dipanggil masuk Dia dikenal Dougy selama bertahun-tahun, kembali ke hari busking ketika Dougy pertama kali tiba di Melbourne. Jonny, pemimpi berusia 13 tahun dan anak seorang misionaris, ingin belajar gitar beberapa dan Dougy membantunya keluar. Sebuah persahabatan persaudaraan dibentuk dengan beberapa rasa kesamaan, baik kehidupan menggambar dari musik dan upbringings rohani mereka, dan tidak menyadari serikat musik yang akan terbentuk 6 tahun kemudian.

Tiga dari mereka datang bersama-sama, berlatih seperti orang gila dan bermain beberapa acara selama setahun. Satu, dua melewatkan (gitaris) sedikit, sembilan puluh sembilan Lorenzo.Seorang teman sekolah lama Toby, AOS, Lorenzo telah menari di sekitar band dan bermain gitar dari usia 12. Mereka terikat di atas skateboard, tapi tidak jadi, AOT mengambil 2 remaja lama untuk memulai jamming selimut dan menulis lagu primitif di garasi.Tahun ke trek dan di lain twist sempurna Lorenzo, band AOS sebelumnya disebut hari hanya sebagai emosi lain gitaris kedua berangkat dan band ini terbentuk.

The Temper Trap, dipimpin oleh frontman Dougy, telah menulis dan tur Australia, menangkap telinga banyak orang. Dengan serangkaian lagu epik baru ditetapkan untuk rilis pada album debut banyak diantisipasi mereka, band ini telah menaklukkan wilayah baru petualangan, membangun fondasi kaya mereka dalam perkembangan alami. Legendaris Arctic Monkey, AOS dan Kasabian produser Jim Abiss terbang ke Melbourne untuk berada di helm.
Diedit oleh Donyc124 kayamba pada tanggal 27, Nov 2010 17:35
Sumber (sejarah view)
http://www.myspace.com/thetempertrap
Creative Commons Attribution / Share Serupa License.
Teks mungkin juga tersedia di bawah Lisensi Dokumentasi Bebas GNU.

Jumat, 26 November 2010

SUPERVISI PENDIDIKAN

Supervise pendidikan dilakukan atas dasar kerejasama, partisipasi dan kolaborasi; tidak berdasarkan paksaan. Supervise mengutamakan peningkatan proses pembelajaran. Supervise berarti juga bagaimana memberikan kemudahan dan membantu guru untuk mengembangkan potensinya secara optimal, dalam memberdayakan sumber dan alat pembelajaran. Supervise hendaknya melahirkan kepemimpinan yang mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi program sekolah; memperkaya lingkungan para guru, memberi kesempatan mereka untuk bekerja keras dan meningkatkan kerja, mengidentifikasikan serta memecahkan masalah; melibatkan guru dalam merumuskan tujuan / dsb.
Untuk merealisasikan konsep-konsep tersebut Gwyn merumuskan 10 tugas utama supervisor:
1. Membantu guru memahami dan mengerti peserta didik.
2. Membantu mengembangkan dan memperbaiki, baik secara individual maupun bersama-sama.
3. Membantu seluruh staf sekolah agar lebih efektif dalam melaksanakan PBM.
4. Membantu guru meningkatkan cara mengajar yang efektif.
5. Membantu guru secara individual.
6. Membantu guru agar dapat menilai peserta didik lebih baik.
7. Menstimulir guru agar dapat menilai diri dan pekerjaannya.
8. Membantu guru agar merasa bergairah dalam pekerjaannya dengan penuh rasa aman.
9. Membantu guru dalam melaksanakan kurikulum di sekolah.
10. Membantu guru agar dapat memberikan informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat tentang kemajuan sekolah.
3. Fungsi Superfisi
Fungsi superfisi menunjukan keberagaman. Namun demikian dapat ditarik satu persamaan bahwa peran utama, supervise adalah untuk “perbaikan pengajaran”. Fungsi superfisi menurut ahli:
a. Franseth Jane: member bantuan terhadap program pendidikan melalui bermacam cara sehingga kualitas kehidupan akan diperbaiki oleh karenanya(Sahartian,1.981).
b. Ayer Fred E. : memelihara program pengajaran yang ada sebaik-baiknya sehingga ada perbaikan(Sahartian,1.981).
c. W.H. Burton dan Leo J. Burker: fungsi utama supervise modern adalah menilai dan memperbaiki factor-faktor yang mempengaruhi hal belajar(Sahartian,1.981).
d. Kimball Wiles : fungsi dasar superfisi adalah memperbaiki situasi belajar anak-anak(Sahartian,1.981).
Swearingen memberikan 8 fungsi superfisi:
a. Mengkoordinir semua usaha sekolah.
b. Melengkapi kepemimpinan kepala sekolah.
c. Memerluas pengalaman guru-guru.
d. Menstimutir usaha-usaha yang kreatif.
e. Memberikan fasilitas dan penilaian yang terus menerus.
f. Menganalisa situasi belajar mengajar.
g. Memberikan pengetahuan dan skill kepada setiap anggota staf.
h. Mengintregasikan tujuan pendidikan dan membantu meningkatkan kemampuan mengajar guru.
4. Teknik supervise
Keberhasilan supervise juga ditentukan pemilihan teknik supervise. Teknik supervisi antaralain: kunjungan dan observasi kelas, pembicaraan individual kelas, diskusi kelompok, demonstrasi mengajar,pemanfaatan perpustakaan sekolah, lokakarya, penerbitan bulletin supervise, penilitian tindakan, rapat guru, dsb. Tidak ada teknik tunggal yang dapat memenuhi segala kebutuhan. Baik dan buruknya teknik yang digunakan tergantung pada waktu dan situasi yang ada. Itulah sebabnya diperlukan beberapa teknik supervisi untukmencapai tujuan supervise.

a. Kunjungan dan observasi kelas proses
Melalui teknik ini kelebihan dan kekurangan pembelajaran dapat diawasi secara langsung, seperti langkah-langkah, penanaman konsep, metode, teknik, dll. Ada 3 pola teknik supervise jenis ini yaitu : dengan member tahu, tanpa member tahu dan atas permintaan guru. Masing memiliki kelebihan dan kekurangan dalam PBM.
b. pembicaraan individual
teknik ini dapat merupakan teknik lanjut dari hasil kunjungan dan observasi kelas juga bias. Tanpa kunjungan dan observasi kelas juga bias, jika guru sendiri merasa membutuhkan bantuan.
c. Diskusi kelompok
Dalam teknik ini setiap anggota memberikan sumbangan pemikiran untuk mengatasi masalah pendidikan yang dihadapi. Ada interaksi, berbagi pengalaman dan pengetahuan, saling melengkapi antar anggota kelompok. Tugas supervisor adalah mendorong dan memotivasi anggota kelompok serta mengkoordinasikannya.

5. Prinsip-prinsip supervise
Agar supervise bdapat dijalan secara efektif dan efisien, perlu diperhatikan prinsip-prinsip atau asas-asas berikut:
a. Praktis : artinya dapat dikerjakan, sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada
b. Funsional : artinya supervise dapat berfungsi sebagai sumber informasi bagi pengembangan manajemen pendidikan dan peningkatan PBM.
c. Relevansi : artinya pelaksanaan supervise seharusnya sesuai dan menunjang pelaksanaan yang berlaku.
d. Ilmiah : artinya supervise perlu dilaksanakan secara:
1. Sistematis terprogram dan berkesinambungan.
2. Obyektif, bebas dari prasangka.
3. Menggunakan prosedur dan instrument yang sahih dan terandalkan.
4. Didasarkan pada pendekatan system.
e. Demokrasi bila supervise sesuai dengan prinsip demokrasi maka proses yang ditempuh untuk pengambilan keputusan ialah melalui msyawaran untuk mencapai kemufakatan. Hikmah masyarakat akan dicapai bila semua peserta yang terlibat dalam proses supervise itu memiliki jiwa dan semangat kekeluargaan, sehingga sanggup menerima dan menghormati pendapat orng lain.
f. Kooperatif : prinsip kooperatif mengharuskan adanya semangat kerjasama antar supervisor dengan si-tersupervisi(guru). Hasil karya yang baik, antara manusia-manusia yang terlibat dalam suatu usaha untuk mencapai tujuan-tujuan bersama, khsusnya untuk peningkatan mutu tena kependidikan yang professional.
g. Konstruktif dan Kreatif, supervise yang didasaarkan atas prinsip konstruktif dan kreatif akan mendorong kepada bawahan yang dibumbing untuk memperbaikikelemahan atau kekurang-kekurangannyaserta secara kreatif, berusaha meningkatkan prestasi kerjanya.meskipun supervise bersifat mengawasi pelaksanaan program pendidikan danpengalaran, tidak berarti supervisor mementingkan isaha mencari-cari kesalahan orang lain.
Dengan memahami arti dan prinsio-prinsip supervise tersebut, maka diharapkan tercapainya tujuan supervise yakni peningkatan mutu PBM.
6. Tenaga Supervisi
Yang menjadi tenaga supervise adalah:
a. Kepala sekolah erhadap guru-guru,
b. Penilik TK/SD, SLB terhadap kepala/guru TK, SD DAN SLB dan kebudayaan.
c. Kepala seksi TK,SD, SLB(Tingkat Kbupaten/Kodya) terhadap penilik TK, SD dan SLB/Kepala sekolah dan kebudayaan
d. Kepala Bidang Pendidikan Dasar/Pendidikan Guru terhadap kepala seksi TK, SD, SLB/Penilik berdasarkan struktur mekanisme yang berlaku.
e. Kepala Bidang Pendidikan Menengah Umum terhadap kepala sekolah SMP, SMA.
Demonstrasi mengajar dilakukan oleh guru yang dinilai memiliki keunggulan dalam proses pembelajaran baik karena pengalaman atau karena baru saj mengikuti pelatihan, seminar, lokakarya dan sejenisnya. Dalam demonstrasi mengajar ini guru akan melakukan pengamatan cermat terhadap proses pembelajaran yang didemonstrasikan , selanjutnya diadakan analisis oleh para guru terhadap yang diamati dalam demonstrasi untuk memperbaiki proses pembelajaran oleh masing-masing guru.