1. Kesalahan BK di sekolahan ?
- Banyak guru BK di sekolah-sekolah pinggiran bukanlah lulusan dari jurusan BK atau bukan sarjana BK , kebanyakan mereka adalah berasal dari guru olahraga, guru kerajinan tangan, guru tataboga, atau bisa dikatakan guru-guru BK di sekolahan-sekolahan pinggiran adalah guru-guru yang memiliki jam kerja lebih sedikit dari guru yang lain. Sehingga hal ini tidak sesuai karena ilmu yang dimiliki sudah berbeda padahal guru BK seharusnya memiliki pengetahuan tentang BK itu sendiri.
1. Kesalahan BK di sekolahan ?
- Banyak guru BK di sekolah-sekolah pinggiran bukanlah lulusan dari jurusan BK atau bukan sarjana BK , kebanyakan mereka adalah berasal dari guru olahraga, guru kerajinan tangan, guru tataboga, atau bisa dikatakan guru-guru BK di sekolahan-sekolahan pinggiran adalah guru-guru yang memiliki jam kerja lebih sedikit dari guru yang lain. Sehingga hal ini tidak sesuai karena ilmu yang dimiliki sudah berbeda padahal guru BK seharusnya memiliki pengetahuan tentang BK itu sendiri.
- Banyak guru BK yang melakukan kekerasan dalam penyelesaian masalah yang membuat siswa takut ter hadap guru BK.
- Kurang diakuinya guru untuk BK karena sering kepala sekolah menganggap bahwa guru apapun mampu menjadi guru BK di sekolahan.
- BK merupakan bimbingan yang merupakan suatu proses yang berkelanjutan . hal ini berarti bimbingan bukan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan sewaktu-waktu, asal saja. Tetapi pda kenyataannya bimbingnan hanya dilakukan sewaktu-wakyu apabila ada siswa yang melakukan suatu kesalahan.
- Bimbingan merupakan suatu proses membantu individu atau memberi solusi. Tapi dalam kenyataan yang saya temui banyak guru BK memberi suatu paksaan terhadap siswa sehingga banyak siswa yang takut kepada guru BK , bukannya memberi bantuan atau solusi tetapi malah membuat para siswa mersa tidak nyaman dengan kehadiran para guru BK.
- Guru BK dianggap sebagai polisi sekolah hal ini dikarenakan jika ada siswa yang bolos, terlambat masuk sekolah, terlambat membayar spp pasti yang menanganinya adalah guru BK , sehingga siswa tdak nyaman terhadap guru BK.
2. Bagaimana untuk membantu spaya tidak terjadinya misskomunikasi?
- Seharusnya bimbingan dilakukan oleh orang yang ahli dibidangnya hal itu akan mengurangi misskomunikasi antara siswa dengan guru BK.
- Bimbingan hendaknya dilakukan sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
- Bimbingan hebdaknya dilakukan terhadap individu maupun kelompok dan dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya pada saat siswa melakukan kesaalahan.
3. Pengalaman dengan BK?
- Pada SMP guru BK di sekolahan saya masih banyak kekurangan, banyak kesalahan. Kekurangannya antara lain:
1. Mereka hanya melakukan bimbingan apabila terjadi kesalahan yang dilakukan siswa.
2. Dalam penyampaian nasehat tidak sesuai dengan etika yang berlaku .
3. Sering melkukan kontak fisik terhadap siswa yang melakukan kesalahan.
4. Mereka TIDAK menguasai ilmu BK.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
saya tunggu komennya y,,,,,,