Kita tidak harus mengorbankan harga diri agar disukai orang lain

Jumat, 26 November 2010

SUPERVISI PENDIDIKAN

Supervise pendidikan dilakukan atas dasar kerejasama, partisipasi dan kolaborasi; tidak berdasarkan paksaan. Supervise mengutamakan peningkatan proses pembelajaran. Supervise berarti juga bagaimana memberikan kemudahan dan membantu guru untuk mengembangkan potensinya secara optimal, dalam memberdayakan sumber dan alat pembelajaran. Supervise hendaknya melahirkan kepemimpinan yang mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi program sekolah; memperkaya lingkungan para guru, memberi kesempatan mereka untuk bekerja keras dan meningkatkan kerja, mengidentifikasikan serta memecahkan masalah; melibatkan guru dalam merumuskan tujuan / dsb.
Untuk merealisasikan konsep-konsep tersebut Gwyn merumuskan 10 tugas utama supervisor:
1. Membantu guru memahami dan mengerti peserta didik.
2. Membantu mengembangkan dan memperbaiki, baik secara individual maupun bersama-sama.
3. Membantu seluruh staf sekolah agar lebih efektif dalam melaksanakan PBM.
4. Membantu guru meningkatkan cara mengajar yang efektif.
5. Membantu guru secara individual.
6. Membantu guru agar dapat menilai peserta didik lebih baik.
7. Menstimulir guru agar dapat menilai diri dan pekerjaannya.
8. Membantu guru agar merasa bergairah dalam pekerjaannya dengan penuh rasa aman.
9. Membantu guru dalam melaksanakan kurikulum di sekolah.
10. Membantu guru agar dapat memberikan informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat tentang kemajuan sekolah.
3. Fungsi Superfisi
Fungsi superfisi menunjukan keberagaman. Namun demikian dapat ditarik satu persamaan bahwa peran utama, supervise adalah untuk “perbaikan pengajaran”. Fungsi superfisi menurut ahli:
a. Franseth Jane: member bantuan terhadap program pendidikan melalui bermacam cara sehingga kualitas kehidupan akan diperbaiki oleh karenanya(Sahartian,1.981).
b. Ayer Fred E. : memelihara program pengajaran yang ada sebaik-baiknya sehingga ada perbaikan(Sahartian,1.981).
c. W.H. Burton dan Leo J. Burker: fungsi utama supervise modern adalah menilai dan memperbaiki factor-faktor yang mempengaruhi hal belajar(Sahartian,1.981).
d. Kimball Wiles : fungsi dasar superfisi adalah memperbaiki situasi belajar anak-anak(Sahartian,1.981).
Swearingen memberikan 8 fungsi superfisi:
a. Mengkoordinir semua usaha sekolah.
b. Melengkapi kepemimpinan kepala sekolah.
c. Memerluas pengalaman guru-guru.
d. Menstimutir usaha-usaha yang kreatif.
e. Memberikan fasilitas dan penilaian yang terus menerus.
f. Menganalisa situasi belajar mengajar.
g. Memberikan pengetahuan dan skill kepada setiap anggota staf.
h. Mengintregasikan tujuan pendidikan dan membantu meningkatkan kemampuan mengajar guru.
4. Teknik supervise
Keberhasilan supervise juga ditentukan pemilihan teknik supervise. Teknik supervisi antaralain: kunjungan dan observasi kelas, pembicaraan individual kelas, diskusi kelompok, demonstrasi mengajar,pemanfaatan perpustakaan sekolah, lokakarya, penerbitan bulletin supervise, penilitian tindakan, rapat guru, dsb. Tidak ada teknik tunggal yang dapat memenuhi segala kebutuhan. Baik dan buruknya teknik yang digunakan tergantung pada waktu dan situasi yang ada. Itulah sebabnya diperlukan beberapa teknik supervisi untukmencapai tujuan supervise.

a. Kunjungan dan observasi kelas proses
Melalui teknik ini kelebihan dan kekurangan pembelajaran dapat diawasi secara langsung, seperti langkah-langkah, penanaman konsep, metode, teknik, dll. Ada 3 pola teknik supervise jenis ini yaitu : dengan member tahu, tanpa member tahu dan atas permintaan guru. Masing memiliki kelebihan dan kekurangan dalam PBM.
b. pembicaraan individual
teknik ini dapat merupakan teknik lanjut dari hasil kunjungan dan observasi kelas juga bias. Tanpa kunjungan dan observasi kelas juga bias, jika guru sendiri merasa membutuhkan bantuan.
c. Diskusi kelompok
Dalam teknik ini setiap anggota memberikan sumbangan pemikiran untuk mengatasi masalah pendidikan yang dihadapi. Ada interaksi, berbagi pengalaman dan pengetahuan, saling melengkapi antar anggota kelompok. Tugas supervisor adalah mendorong dan memotivasi anggota kelompok serta mengkoordinasikannya.

5. Prinsip-prinsip supervise
Agar supervise bdapat dijalan secara efektif dan efisien, perlu diperhatikan prinsip-prinsip atau asas-asas berikut:
a. Praktis : artinya dapat dikerjakan, sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada
b. Funsional : artinya supervise dapat berfungsi sebagai sumber informasi bagi pengembangan manajemen pendidikan dan peningkatan PBM.
c. Relevansi : artinya pelaksanaan supervise seharusnya sesuai dan menunjang pelaksanaan yang berlaku.
d. Ilmiah : artinya supervise perlu dilaksanakan secara:
1. Sistematis terprogram dan berkesinambungan.
2. Obyektif, bebas dari prasangka.
3. Menggunakan prosedur dan instrument yang sahih dan terandalkan.
4. Didasarkan pada pendekatan system.
e. Demokrasi bila supervise sesuai dengan prinsip demokrasi maka proses yang ditempuh untuk pengambilan keputusan ialah melalui msyawaran untuk mencapai kemufakatan. Hikmah masyarakat akan dicapai bila semua peserta yang terlibat dalam proses supervise itu memiliki jiwa dan semangat kekeluargaan, sehingga sanggup menerima dan menghormati pendapat orng lain.
f. Kooperatif : prinsip kooperatif mengharuskan adanya semangat kerjasama antar supervisor dengan si-tersupervisi(guru). Hasil karya yang baik, antara manusia-manusia yang terlibat dalam suatu usaha untuk mencapai tujuan-tujuan bersama, khsusnya untuk peningkatan mutu tena kependidikan yang professional.
g. Konstruktif dan Kreatif, supervise yang didasaarkan atas prinsip konstruktif dan kreatif akan mendorong kepada bawahan yang dibumbing untuk memperbaikikelemahan atau kekurang-kekurangannyaserta secara kreatif, berusaha meningkatkan prestasi kerjanya.meskipun supervise bersifat mengawasi pelaksanaan program pendidikan danpengalaran, tidak berarti supervisor mementingkan isaha mencari-cari kesalahan orang lain.
Dengan memahami arti dan prinsio-prinsip supervise tersebut, maka diharapkan tercapainya tujuan supervise yakni peningkatan mutu PBM.
6. Tenaga Supervisi
Yang menjadi tenaga supervise adalah:
a. Kepala sekolah erhadap guru-guru,
b. Penilik TK/SD, SLB terhadap kepala/guru TK, SD DAN SLB dan kebudayaan.
c. Kepala seksi TK,SD, SLB(Tingkat Kbupaten/Kodya) terhadap penilik TK, SD dan SLB/Kepala sekolah dan kebudayaan
d. Kepala Bidang Pendidikan Dasar/Pendidikan Guru terhadap kepala seksi TK, SD, SLB/Penilik berdasarkan struktur mekanisme yang berlaku.
e. Kepala Bidang Pendidikan Menengah Umum terhadap kepala sekolah SMP, SMA.
Demonstrasi mengajar dilakukan oleh guru yang dinilai memiliki keunggulan dalam proses pembelajaran baik karena pengalaman atau karena baru saj mengikuti pelatihan, seminar, lokakarya dan sejenisnya. Dalam demonstrasi mengajar ini guru akan melakukan pengamatan cermat terhadap proses pembelajaran yang didemonstrasikan , selanjutnya diadakan analisis oleh para guru terhadap yang diamati dalam demonstrasi untuk memperbaiki proses pembelajaran oleh masing-masing guru.

1 komentar:

saya tunggu komennya y,,,,,,